Penemu Petir

Penemu Penangkal Petir

Penangkal petir atau Penyalur Petir sebetulnya adalah alat yang di design untuk penerima sambaran arus petir, ada banyak system yang beredar dipasar untuk mengamankan suatu bangunan atau area dari sambaran petir: penangkal petir konvensional system, penangkal petir elektrostatis (radius), radioaktive.

Dari Banyak pengertian Penangkal petir adalah perangkat yang digunakan untuk menyalurkan listrik dari petir ke tanah.Penangkal petir diperlukan agar aliran listrik dari petir bisa ‘dijinakkan’ sehingga tidak membahayakan struktur atau makhluk hidup.Alat ini sering disebut pula sebagai konduktor petir atau batang Franklin. Penangkal petir secara luas digunakan di seluruh dunia sebagai sistem perlindungan petir. Penangkal petir dianggap efektif karena mengurangi kerugian terkait kebakaran dan kerusakan struktural akibat sambaran petir. Alat ini umumnya terbuat dari logam, idealnya logam yang sangat konduktif seperti tembaga atau almunium. Ketika petir menyambar logam tersebut, listrik akan disalurkan melalui kawat menuju ke tanah (grounding). Penangkal petir bekerja dengan mengalihkan listrik dari struktur bangunan yang rentan. Itu sebab, alat ini lazim dipasang di atap bangunan. Penangkal petir harus dihubungkan dengan kawat atau kabel yang akan langsung menyalurkan energi listrik ke tanah, alih-alih merambat melalui kabel telepon atau listrik yang bisa memicu kebakaran. Benjamin Franklin merupakan orang yang diakui sebagai penemu penangkal petir. Franklin melakukan sejumlah eksperimen dengan petir, termasuk menggunakan layang-layang yang dicanteli kunci. Dia merupakan ilmuwan yang sangat tertarik mengeksplorasi petir dan listrik. Menyadari bahwa petir merupakan ancaman besar, Franklin datang dengan ide penangkal petir yang kemudian langsung melejit kepopulerannya. Ratusan tahun kemudian, orang masih menggunakan desain dasar yang ditemukan Benjamin Franklin. Ada beberapa perdebatan bagaimana bentuk ujung penangkal petir. Penangkal petir rancangan Franklin berbentuk seperti jarum raksasa dengan ujung yang lancip. Banyak orang Amerika menyukai desain ini karena dianggap sangat efektif. Namun, sebagian desainer Inggris berpendapat bahwa penangkal petir akan lebih baik jika ujungnya berbentuk bola. Semua perbedaan desain ini tampaknya sama-sama bekerja efektif. Perbedaan desain penangkal petir akhirnya lebih ditentukan oleh preferensi masing-masing pengguna.[]

Dari semua yang ada semua berfungsi sama menerima dan menyalurkan sambaran petir kedalam grounding ( pembumian ).
KELEBIHAN PENANGKAL PETIR ELEKTROSTATIS

Penangkal petir elektrostatis merupakan penangkal petir modern dengan menggunakan sistem E.S.E ( Early Streamer Emision ). Sistem E.S.E bekerja secara aktif dengan cara melepaskan ion dalam jumlah besar ke lapisan udara sebelum terjadi sambaran petir. Pelepasan ion ke lapisan udara secara otomatis akan membuat sebuah jalan untuk menuntun petir agar selalu memilih ujung terminal penangkal petir elektrostatis ini dari pada area sekitarnya. Dengan sistem E.S.E ini akan meningkatkan area perlindungan yang lebih luas dari pada sistem penangkal petir konvensional. Komponen ini telah mendapat rekomendasi dari dinas tenaga kerja karena tidak mengandung radiasi radio aktif yang dapat berbahaya bagi manusia yang berada disekitarnya.

Berikut ini adalah perbandingan penangkal petir elektrostatis dengan penangkal petir konvensional :

Penangkal Petir Konvensional

Penangkal Petir Elektrostatis

  • Membutuhkan banyak kabel
  • Daerah perlindungan terbatas, area perlindungan hanya sebatas air terminal yang melekat pada bangunan.
  • Lebih mahal bila diterapkan untuk area perlindungan yang luas.
  • Membutuhkan banyak arde.
  • Membutuhkan banyak air terminal di atap
  • Akan memiliki kecenderungan mengganggu estetika bangunan rumah anda.
  • Bentuk ujung terminal yang runcing dalam jumlah banyak akan sangat berbahaya bagi petugas pemeliharaan gedung atau pekerja yang bekerja di atap.
  • Tidak banyak membutuhkan komponen maupun kabel
  • Area perlindungan lebih luas antara 60-150 m
  • Lebih murah untuk area perlindungan yang luas
  • Pada umumnya hanya membutuhkan 1 arde.
  • Hanya membutuhkan 1 terminal untuk radius tertentu.
  • Perawatan dan pemasangan pada bangunan yang mudah.Merupakan pilihan yang tepat dan tidak mengganggu estetika bangunan anda.
  • Bertindak sebagai pencegah interferensi perangkat komunikasi anda.
  • Lebih aman bagi pekerja yang akan melakukan perawatan.

Dari perbandingan diatas maka untuk area perlindungan luas antara radius 60-150 m penangkal petir elektrostatis merupakan pilihan yang tepat dan lebih murah dibandingkan penangkal petir konvensional.

 
DAMPAK BAHAYA AKIBAT SAMBARAN PETIR

Bangunan rumah atau gedung sangat penting dilengkapi dengan alat penangkal petir, karena unsur besi dan air akan selalu berhubungan dengan bangunan. Adapun alat penangkal petir merupakan sebuah sistem yang bertujuan apabila terjadi sambaran kilatan petir pada seputar bangunan rumah atau gedung, maka sambaran kilat tersebut tidak akan langsung mengenai bangunan, akan ditarik lerlebih dahulu oleh penangkal petir dan akan disalurkan ke tanah.

Berikut adalah dampak sambaran petir:

Sambaran Petir Langsung Melalui Bangunan

Sambaran petir yang langsung mengenai struktur bangunan rumah, kantor dan gedung, tentu saja hal ini sangat membahayakan bangunan tersebut beserta seluruh isinya karena dapat menimbulkan kebakaran, kerusakan perangkat elektrik/elektronik atau bahkan korban jiwa. Maka dari itu setiap bangunan di wajibkan memasang instalasi penangkal petir. Cara penanganannya adalah dengan cara memasang terminal penerima sambaran petir serta instalasi pendukung lainnya yang sesuai dengan standart yang telah di tentukan. Terlebih lagi jika sambaran petir langsung mengenai manusia, maka dapat berakibat luka atau cacat bahkan dapat menimbulkan kematian. Banyak sekali peristiwa sambaran petir langsung yang mengenai manusia dan biasanya terjadi di areal terbuka.

Sambaran Petir Melalui Jaringan Listrik

Bahaya sambaran ini sering terjadi, petir menyambar dan mengenai sesuatu di luar area bangunan tetapi berdampak pada jaringan listrik di dalam bangunan tersebut, hal ini karena sistem jaringan distribusi listrik/PLN memakai kabel udara terbuka dan letaknya sangat tinggi, bilamana ada petir yang menyambar pada kabel terbuka ini maka arus petir akan tersalurkan ke pemakai langsung. Cara penanganannya adalah dengan cara memasang perangkat arrester sebagai pengaman tegangan lebih (over voltage). Instalasi surge arrester listrik ini dipasang harus dilengkapi dengan grounding system.

Sambaran Petir Melalui Jaringan Telekomunikasi

Bahaya sambaran petir jenis ini hampir serupa dengan yang ke-2 akan tetapi berdampak pada perangkat telekomunikasi, misalnya telepon dan PABX. Penanganannya dengan cara pemasangan arrester khusus untuk jaringan PABX yang di hubungkan dengan grounding. Bila bangunan yang akan di lindungi mempunyai jaringan internet yang koneksinya melalui jaringan telepon maka alat ini juga dapat melindungi jaringan internet tersebut.
Pengamanan terhadap suatu bangunan atau objek dari sambaran petir pada prinsipnya adalah sebagai penyedia sarana untuk menghantarkan arus petir yang mengarah ke bangunan yang akan kita lindungi tanpa melalui struktur bangunan yang bukan merupakan bagian dari sistem proteksi petir atau instalasi penangkal petir, tentunya harus sesuai dengan standart pemasangan instalasinya.

Ada 2 jenis kerusakan yang di sebabkan sambaran petir, yaitu :

  • Kerusakan Thermis, kerusakan yang menyebabkan timbulnya kebakaran.
  • Kerusakan Mekanis, kerusakan yang menyebabkan struktur bangunan retak, rusaknya peralatan elektronik bahkan menyebabkan kematian.

Penangkal petir adalah terminal petir unggulan jenis elektrostatik yang di desain khusus untuk daerah tropis mampu memberikan solusi petir terbaik khususnya di Indonesia. Selain sudah melewati uji laboratorium PLN dan laboratorium tegangan tinggi di lembaga terkait, penangkal petir ELEKTROSTATIK Yang Kami Tawarkan Semua telah di uji langsung di lapangan yang rawan akan sambaran petir.